Menulis dalam Konsep, Bertanya dalam Konsep
December 20, 2008 – 1:39 amMenulis dan berbicara adalah aktivitas komunikasi yang penting bagi individu manusia, yang termasuk makhluk sosial. Tapi, saking seringnya kita melakukan dua hal itu, bukan berarti begitu saja dilakukan tanpa konsep.
Sebenarnya, ada sebuah konsep yang mengatur bagaimana menulis tulisan yang straight to the point yang juga berhubungan dengan cara bertanya yang tertuju, tidak berputar-putar. Biasanya, dalam istilah ekonomi kita mengenal analisis SWOT. Kali ini, dalam menulis ada namanya istilah 5W1H. Pastinya, sudah pada tahu konteksnya. Tapi, mungkin seringkali terlupa.
Dulu, saat saya pertama kali belajar menulis dalam sebuah workshop, konsep ini yang paling pertama diajarkan dan ditekankan. Mengapa? Karena dengannya, sebuah tulisan akan menjadi sebuah tulisan yang punya isi yang jelas, tema yang jelas, inti yang jelas, dan tujuan yang jelas. Tidak berputar-putar, apalagi tanpa arah yang jelas.
Tapi, selain tulisan, konsep 5W1H pun bisa digunakan saat kita berbicara dengan narasumber. Dalam sebuah wawancara, misalnya. Sebelum memulai wawancara, kita seharusnya sudah memetakan apa yang akan ditulis dengan konsep 5W1H, sehingga saat wawancara dengan narasumber pun sudah jelas hendak bertanya apa, bagian apa.
Konsep 5W1H sangat mudah, dan yang pasti akan sangat memudahkan dalam menulis. Sebagai review saja, 5W1H merupakan singkatan dari Who (siapa), What (apa), Where (di mana), When (kapan), Why (kenapa), dan How (bagaimana).
Sebagai contoh, salah satu konsep quesioning 5W1H dalam sebuah artikel ICON:
Topik: Kepemudaan
Pastinya sebelum menulis, ada topik overall untuk semua artikel yang akan diterbitkan.
Sub topik: Review Album Shoutul Harokah
Ini baru topik yang lebih spesifik; topik artikel yang akan dibuat. Topik ini yang akan melahirkan judul artikel. Lebih baik, pemilihan judul jangan di awal penulisan; karena akan menghabiskan waktu.
Tipe artikel: news release/review
Sebelum benar-benar menulis, diharuskan menentukan bentuk seperti apa yang hendak kita hasilkan. Hal ini akan mempermudah karena kita mempunyai bayangan tulisan semacam apa yang akan kita tulis. Berita, opini, feature, review, atau yang lainnya. Tidak usah digambarkan juga tidak apa-apa, yang jelas sudah ada konsepnya hendak seperti apa.
Who: Shoutul Harokah, grup nasyid
Siapa yang dibicarakan. ‘Who’ ini bukan selalu tertuju pada orangnya; tapi sang subjek yang hendak dibicarakan.
What: Album baru, Bangkitlah Negeriku
Apa yang hendak dibicarakan dari ‘who’.
Where: (di mana diterbitkan/di mana asal Shoutul Harokah)
Di mana kejadian berlangsung, atau bisa dikondisikan sesuai isi berita.
When: (kapan diluncurkan)
Kapan kejadiannya berlangsung atau kapan isi berita terjadi.
Why: (alasan diluncurkan album)
Kenapa what terjadi.
How: (apa hubungannya dengan semangat kepemudaan)
How merupakan pengembangan dari Who, What, Where, When, dan Why yang sudah ditentukan tadi. Apa yang akan kita bahas selanjutnya dalam artikel? Apakah subjeknya, bentuk kejadiannya, lokasi, waktu, atau alasannya? Dalam contoh saya, yang hendak dibahas adalah ‘Why’.
Perlu diperhatikan, beberapa penjelasan 5W1H saya beri tanda kurung; karena itulah yang hendak saya tanyakan pada narasumber.
Langkah selanjutnya, setelah memetakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan di atas dan setelah mendapatkan informasi yang lengkap, mulai dengan membentuk lead yang menarik. Lead adalah paragraf pembuka artikel. Seringkali, untuk menentukan sebuah artikel menarik atau tidak, pembaca melihat dari lead-nya. Karenanya, wajib hukumnya untuk menuliskan Who, What, Where, When, dan Why dalam lead. Sedangkan untuk How, diberikan sedikit saja sebagai pemancing, agar tertarik mengetahui lebih lanjut.
Misalnya:
Bangkitlah Negeriku adalah album keempat dari Shoutul Harokah (Shouhar), sebuah grup nasyid asal Jakarta yang beraliran haroki (semangat). Album yang terbit pada awal tahun 2008 ini seakan mengiringi semangat perubahan negara Indonesia. Pihak Souhar mengakui adanya konsep yang berbeda dalam album ini.
Pihak Shouhar mengakui adanya konsep yang berbeda dalam album ini: merupakan sedikit How untuk memancing membaca lebih lanjut lagi. Dengan ini, jelas pula bahwa yang akan dibahas dalam artikel ini adalah konsep album yang berbeda.
Sudah terasa mudahnya kah? Insya ALlah, dengan konsep 5W1H ini, tulisan akan lebih terpeta dan lebih jelas. Semoga bermanfaat. [dari berbagai sumber]

3 Responses to “Menulis dalam Konsep, Bertanya dalam Konsep”
makasiiiihh bangettt ^^
terbantuuuuu sekaliiii….
ngerjain ujian take home buat besoook…
binguuuungg..tapi abis ngebaca ni, udh langsung ada gambaran….
skli lg,makasiiiihh ^^
By Bunga Swastika on Jun 8, 2010
Assalamu’alaikum Wa Rohmmatullohi Wa Barokatuh.Syukr.
By Taufiqul Hakim on Aug 30, 2010
thanks bangettt ya…
By lind4 on May 5, 2011